GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Abdul Rahim: Pernyataan ABM Lukai Perasaan Seluruh Anggota ...

Abdul Rahim: Pernyataan ABM Lukai Perasaan Seluruh Anggota ...

Abdul Rahim: Pernyataan ABM Lukai Perasaan Seluruh Anggota DPRD Anggota DPRD Sulawesi Barat dari partai NasDem, Abdul Rahim menganggap, apa yang disampaikan Gubernur…

Abdul Rahim: Pernyataan ABM Lukai Perasaan Seluruh Anggota ...

Abdul Rahim: Pernyataan ABM Lukai Perasaan Seluruh Anggota DPRD

Anggota DPRD Sulawesi Barat dari partai NasDem, Abdul Rahim menganggap, apa yang disampaikan Gubernur

Abdul Rahim: Pernyataan ABM Lukai Perasaan Seluruh Anggota DPRDnurhadi/tribunsulbar.comAbdul Rahim menggunakan kemeja biru

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Pernyataan Gubernur Sulawesi Barat, Ali Baal Masdar, beberapa hari lalu, yang menyebut keterlambatan pengesahan APBD-P 2018, karena terlalu lama digoreng-oleh DPRD, menuai ketersinggungan dari DPRD secara kelembagaan.

Anggota DPRD Sulawesi Barat dari partai NasDem, Abdul Rahim menganggap, apa yang disampaikan Gubernur sungguh te lah melukai perasaan seluruh anggota DPRD.

"Istilah goreng-goreng itu adalah terminologi yang kurang pas. Karena ia bisa menimbulkan tafsir yang bermacam-macam. Saya pastikan, yang membuat lama itu karena ada yang prinsip ingin kami ungkap. Misalnya rendahnya serapan anggaran di OPD yang rata-rata masih di bawah 50 Persen hingga awal Oktober. Jadi tidak ada itu goreng-goreng, tidak ada nego," tegas Rahim dalam konfrensi pers yang digelar di ruangan rapat pimpinan gedung DPRD Sulawesi Barat, Senin (29/10/2018).

"Ini melukai perasaan kami. Kami ini representasi rakyat loh. Ini perlu dijawab gentle oleh Pak Gubernur. Bisa saja ini masuk ke dalam ranah pembunuhan karakter bagi kami di DPRD," tambah politisi asal Polman itu.

Rahim mengurai, keterlambatan pembahasan APBD-P 2018 lebih disebabkan karena serapan anggaran yang terbilang masih sangat rendah. Hal itulah yang kemudian ingin kaji oleh DPRD dalam proses pembahasan APBD-P.

"Kami menelisik persoalan realisasi anggaran. Banyak pimpinan OPD yang tidak profesional, tidak mengerti Tupoksinya. Ada OPD yang terekam yang ternyata lebih banyak realisasi perjalanan dinasnya hingga sampai 80 persen, sementara program yang langsung menyentuh masyarakat masih di bawah 30 persen. Ini ada apa, katanya kita ini mau mengurusi rakyat,"tutur Rahim.

Menurutnya, para pimpinan OPD tidak berkompeten, mereka hanya untuk membelanjakan anggaran yang ada, itu ternyata mereka tidak mampu.

"Kalau seperti ini performa birokrasi kita, bukan tidak mungkin separuh dari visi misi Pak Gubernur itu tidak akan tercapai,"tutur Abdul Rahim

Penulis: Nurhadi Editor: Imam Wahyudi Sumber: Tribun Timur Ikuti kami di Video PilihanSumber: Berita Sulawesi Barat

No comments