www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

MUI Sulawesi Barat Minta Vaksin MR Dihentikan Sementara karena ...

Posted by On 4:11 PM

MUI Sulawesi Barat Minta Vaksin MR Dihentikan Sementara karena ...

Berita Regional

MUI Sulawesi Barat Minta Vaksin MR Dihentikan Sementara karena Belum Ada Sertifikasi Halal

MUI Sulawesi Barat (Sulbar) meminta Kementerian Kesehatan untuk menghentikan sementara pemberian vaksin Measles Rubella (MR)

MUI Sulawesi Barat Minta Vaksin MR Dihentikan Sementara karena Belum Ada Sertifikasi HalalKOMPAS.ComMUI Sulawesi Barat minta vaksin rubella dihentikan sementara karena belum memiliki setifikasi halal

POS-KUPANG.COM | POLEWALI MANDAR - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Barat (Sulbar) meminta kepada Kementerian Kesehatan untuk menghentikan sementara pemberian vaksin Measles Rubella (MR) karena belum memiliki sertifikasi halal dari MUI.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi MUI Sulbar, Masduki Baidlowi, di sela-sela kegiatan Madrasah Kader Nahdalatul Ulama Wilayah Sulbar di pondok pesantren Sarampu, Polewali Mandar, Jumat (3/8/2018) malam.

Masduki mengimbau Kementerian Kesehatan melakukan klarifikasi kepada masyarakat agar tidak terjadi kebohongan publik.

Baca: Pegawai Ini Ditemukan Meninggal di Dalam Toko Busana, Diduga Ini Penyebabnya

Sebab, hingga saat ini, vaksin MR belum memiliki label halal yang diberikan oleh MUI. Pihak MUI telah melakukan koordinasi dengan kementerian kesehatan untuk berdialog membahas masalah tersebut.

Untuk sementara, MUI meminta kepada Kemenkes menghentikan pemberian vaksin MR.

"Yang kami sayangkan dari Kemenkes, seolah-olah di berbagai daerah menyatakan itu sudah ada proses sertifikasi halal, padahal sebenarnya belum ada. Nah, in i banyak masyarakat yang percaya bahwa vaksinasi yang dilakukan di berbagai daerah itu sudah ada sertifikasi halal dari MUI," ujarnya.

Petugas dinas kesehatan gancar melakukan vaksinasi MR di sekolah-sekolah di Polewali Mandar sejak awal Agustus 2018.

Ditargetkan, vaksinasi akan selesai akhir Agustus 2018. Pemberian vaksin rubella dan campak ditargetkan untuk anak-anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Soleh sebelumnya mengatakan, vaksin nonhalal pernah digunakan dan diperbolehkan untuk imunisasi di Indonesia pada 2002 karena suatu kedaruratan.

"Sebenarnya hal seperti ini bukan hal baru, tahun 2002 sudah pernah terkait fatwa imunisasi polio itu dua kali tahun 2002 dan tahun 2005," kata dia di Jakarta, Jumat (3/8/2018), seperti dikutip Antara.

Halaman selanjutnya 12
Editor: Kanis Jehola Sumber: Kompas.com Ikuti kami di Kasus Video Porno Ariel Kembali Bergulir, Status Tersangka Luna Maya dan Cut Tari Dipraperadilankan Sumber: Berita Sulawesi Barat

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »