GRID_STYLE

Post/Page

Weather Location

{fbt_classic_header}

Tarif Angkutan di Mamuju Melonjak H-7 Lebaran, Begini Penjelasan ...

Tarif Angkutan di Mamuju Melonjak H-7 Lebaran, Begini Penjelasan ...

Tarif Angkutan di Mamuju Melonjak H-7 Lebaran, Begini Penjelasan Kepala Terminal Simbuang Bus yang aktif beroperasi di Terminal Simbuang Mamuju dengan tujuan M…

Tarif Angkutan di Mamuju Melonjak H-7 Lebaran, Begini Penjelasan ...

Tarif Angkutan di Mamuju Melonjak H-7 Lebaran, Begini Penjelasan Kepala Terminal Simbuang

Bus yang aktif beroperasi di Terminal Simbuang Mamuju dengan tujuan Makassar-Mamuju, sekitar 20 armada.

Tarif Angkutan di Mamuju Melonjak H-7 Lebaran, Begini Penjelasan Kepala Terminal SimbuangHANDOVERSuasana Terminal Tipe A Simbuang Mamuju.

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kepala Terminal Regional Tipe A Simbuang Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar), Sukri memperkirakan, tarif angkutan umum bus akan naik hingga 20 persen pada 7 hari jelang lebaran Idulfitri 1439 H.

Sukri menjelaskan, selain karena ada nya lonjakan penumpang, kenaikan tarif angkutan terkadang karena perusahaan angkutan melakukan pengurangan shit atau kursi.

Alasannya agar penumpang lebih leluasa dan merasakan kenyamanan dalam menggunakan jasa angkutan.

"Lebih kepada memperhatikan pelayanan pada pelanggan. Jadi dengan berkurangnya kursi otomatis tarif normal tidak mengkaver biaya operasional mereka. Namun untuk sementara tarif masih normal harga tiket masih berapa pada harga antara Rp 150 - 215 ribu," kata Sukri saat ditemui TribunSulbar.com, Minggu (3/6/2018).

Baca: Istri Wakil Bupati Mamuju Santuni Anak Panti Asuhan

Sukri menyebutkan, bus yang aktif beroperasi di Terminal Simbuang Mamuju dengan tujuan Makassar-Mamuju, sekitar 20 armada.

Namun, diperkirakan akan terjadi penambahan sekitar 50 persen armada pada setiap PO bus pada 7 hari sebelum lebaran untuk mengantisipasi lonjakan penumpang.

"Jadi mungkin bertambah sekitar 50 persen, dari sa tu menjadi tiga armada, untuk jenis Bus sendiri yang beroperasi disini yakni kelas ekonomi dan eksekutif," ucap Sukri.

Ia mengungkapkan, kenaikan tarif yang melampaui batas 20 persen biasanya terjadi jika dikhawatirkan terjadi penumpukan penumpang.

Dan biasanya terjadi pada 3 hari sebelum lebaran karena rata-rata pekerja atau pegawai sudah mulai libur dan pulang ke kampung halaman.

"Kenaikan tarif juga pasti sesuai dengan fasilitas yang disediakan perusahaan angkutan. Karena kecenderungan masyarakat juga lebih memilih yang nyaman, namun kita juga tetap lakukan pemantauan harga tiket dan meminta tanggapan penumpang,"ujarnya.

Baca: Polwan Polda Sulbar Ikut Pengamanan Salat Tarwih di Mamuju

"Kita juga berpatokan pada standar harga terendah. Kalau dalam hitungan jarak 450 kilometer seperti Makasssar-Mamuju, tarif normalnya antara Rp 120 - Rp 130 ribu sesuai yang diatur dalam Permenhub, ini yang kita awasi tidak bole h di bawahnya karena nilai itu sudah termasuk kost perawatan dan upah kru," tambahnya.

Penanggung Jawab Perusahaan Otobus (PO) Fadhly yang ditemui di Terminal menyebutkan, dalam beberapa pengalaman pada hari raya besar keagamaan tarif angkutan naik bahkan sampai 30-50 persen.

"Libur Natal kemarin itu naik sampai 290 ribu, dari tarif normal itu 195 ribu. Tapi biasanya kalau hari raya Idulfitri kenaikan hingga 20-30 persen" kata Fadhly kepada TribunSulbar.com.(*)

Penulis: Nurhadi Editor: Mahyuddin Ikuti kami di Dikira Ikan Besar, Ternyata yang Menyangkut di Kailnya Mayat, Peserta Lomba Mancing di Citarum Geger Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

No comments