www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

PT Unggul Diduga Putus Akses Jalan Tani di Baras Pasangkayu, Ini ...

Posted by On 9:19 PM

PT Unggul Diduga Putus Akses Jalan Tani di Baras Pasangkayu, Ini ...

PT Unggul Diduga Putus Akses Jalan Tani di Baras Pasangkayu, Ini Masalahnya

Protes tersebut karena jalan ini merupakan jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Baras dan Kecamatan Duripoku.

PT Unggul Diduga Putus Akses Jalan Tani di Baras Pasangkayu, Ini Masalahnyanurhadi/tribunsulbar.comPT Unggul Widya Teknologi Lestari di Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diduga melakukan pemutusan akses jalan tani masyarakat.

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, PASANGKAYU - PT Unggul Widya Teknologi Lestari di Afdeling Baribi, Kecamatan Baras, Kabupaten Pasang kayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) diduga melakukan pemutusan akses jalan tani masyarakat.

Pemutusan jalan yang berstatus lahan sengketa antara perusahaan yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit dan masyarakat sejak empat tahun terakhir, sempat menuai ketegangan karena mendapat protes dari ratusan warga Desa Towoni dan Desa Sipakainga.

Protes tersebut karena jalan ini merupakan jalan alternatif penghubung antara Kecamatan Baras dan Kecamatan Duripoku.

Berdasarkan keterangan warga, ada 15 titik jalan tani digali oleh pihak perusahan dibawah pengawalan ketat polisi bersenjata lengkap.

Baca: Antisipasi Macet Panjang di Momen Mudik, Lantas Maros Siapkan Jalur Alternatif

Baca: Macet di Depan Kantor Samsat Jeneponto, Ini Jalur Alternatifnya

Warga setempat, Haris, Senin (4/6/2018) mengatakan akses jalan tani yang diduga rusak oleh perusahan adalah jalan alternatif yang sehari-harinya digunakan warga unt uk mengeluarkan hasil kebun menuju ke ibu kota Desa Sipakainga.

"Penggalian yang dilakukan pihak perusahaan sepihak, tanpa berkordinasi dengan kelompok tani dan pemerintah desa," katanya.

Sementara Kapolres Pasangkayu, AKBP Made Ary Pradana mengatakan berdasarkan laporan pihak perusahaan, akses yang diputus tersebut bukan jalur umum dan ditengarai menjadi tempat para pencuri buah sawit.

"Diduga dijadikan jalur para pencuri kelapa sawit sehingga perusahaan memutus, kemudian alasannya jalan itu juga bukan jalan umum," jelasnya.

Dikonfirmasi terpisah, Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju, Firman menyayangkan hal itu sebab merugikan masyarakat yang setiap hari menggunakan jalan tersebut.

Menurutnya, seharusnya pihak perusahaan berkoordinasi dengan pemerintah sebelum mengambil tindakan agar dapat dicarikan solusi.

"Dalam waktu dekat, kami akan surati PT Unggul untuk membicarakan hal ini," tambahnya.(*)

Penulis: Nurhadi Editor: Hasriyani Latif Ikuti kami di Dikira Ikan Besar, Ternyata yang Menyangkut di Kailnya Mayat, Peserta Lomba Mancing di Citarum Geger Sumber: Google News | Liputan 24 Pasangkayu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »