www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Mahasiswa Mamuju Tuntut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar Dicabut

Posted by On 5:39 AM

Mahasiswa Mamuju Tuntut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar Dicabut

Mahasiswa Mamuju Tuntut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar Dicabut

Puluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju berunjuk rasa memeeringati Hari Hak Asasi Petani di Simpang Lima Tugu Tan

Mahasiswa Mamuju Tuntut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar DicabutNURHADIPuluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju berunjuk rasa memeeringati Hari Hak Asasi Petani di Simpang Lima Tugu Tani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Jumat (20/4/2018).

Laporan Warrawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Puluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju berunjuk rasa memeeringati Hari Hak Asasi Petani di Simpang Lima Tugu Tani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Jumat (20/4/2 018).

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kota Mamuju, membentangkan spanduk dan sejumlah petaka bertuliskan tuntutan mereka.

Seperti, stop kriminalisasi petani, berikan tanah untuk rakyat, tolak investasi asing, sejahterakan petani sebagaimana Undang-undang nomor 19 tahun 2013.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut pemberhentian alih fungsi lahan rakyat, tolak tambang uranium, turnkan harga BBM, stop impor beras, perjelas peta Hak Guna Usaha (HGU) dan menuntut pencabutan Izin PT. Bara Indoco di Sulbar yang dikabarkan akan mengelolah tambang uranium di daerah Tapalang.

Pantauan TribunSulbar.com, unjuk rasa dikawal ketak puluhan aparat kepolisian dari Polres Mamuju.

Koordinator Lapangan Muh. Irfan mengatakan, unjuk rasa tersebut, mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam hal mensejahterakan dan perlindungan terhadap petani khususnya di Sulbar.

"Kami mendesak pemerintah untuk serius melaksanakan ref orma agraria untuk kesejahteraan patani sesuai amanat undang-undang nomor 19 tahun 2013," kata Irfan dalam orasinya.

Menurut Irfan, hingga sampai saat ini pemberdayaan petani belum maksimal, masih banyak petani yang dirampas hak-hak tanah mereka oleh pihak perusahaan seperti yang terjadi di daerah Mamuju Tengah dan Mamuju Utara.

"Kejadian konflik agraria, kerap disebabkan terjadinya alih fingsi lahan akibat adanya pembangunan infrastruktur dan perluasan perusahan sawit utamanya di daerah Pasangkayu dan Mamuju Tengah mengakibatkan petani melarat. Olehnya, kami meminta pemerintah bersikap tegas atas apa yang dialami para petani," ujarnya.(*)

Penulis: Nurhadi Editor: Anita Kusuma Wardana Ikuti kami di Usai Videonya Viral, Be gini Nasib Guru yang Menampar Siswanya di Purwokerto Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »