www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Gelar FGD di Mamuju, OJK Dorong Percepatan Pendirian ...

Posted by On 7:14 AM

Gelar FGD di Mamuju, OJK Dorong Percepatan Pendirian ...

Gelar FGD di Mamuju, OJK Dorong Percepatan Pendirian Jamkrinda di Sulbar

Keinginan untuk mempercepat kehadiran Jamkrinda di Sulbar karena melihat adanya potensi yang strategis untuk dikembangkan.

Gelar FGD di Mamuju, OJK Dorong Percepatan Pendirian Jamkrinda di Sulbarnurhadi/tribunsulbar.comKepala Departeman Pengawasan IKNB 2B, Bambang W. Budiawan, membuka Focus Group Discussion (FGD) terkait percepatan pendirian perusahaan penjaminan kredit daerah, di d'Maleo Hotel Mamuju, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Kamis (19/4/2018).

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) me nggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait percepatan pendirian perusahaan penjaminan kredit daerah, di d'Maleo Hotel Mamuju, Jl. Yos Sudarso, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Kamis (19/4/2018).

FGD dihadiri oleh Kepala Departeman Pengawasan IKNB 2B, Bambang W. Budiawan, Kepala Bagian Kelembagaan I Direktorat Kelembagaan dan Produk IKNB Otoritas Jasa Keuangan, Heri Gamawan dan Perwakilan Kementerian Dalam Negeri, Rischa Oktaviani.

Hadir juga Perwakilan Kementerian Koperasi dan UMKM, Suprapto, Direktur Utama PT Jamkrinda Bali Mandara, I Ketut Widiana Karya dan Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Sulbar Petrus Iminggus.

Kepala Departeman Pengawasan IKNB 2B, Bambang W. Budiawan mengatakan, keinginan untuk mempercepat kehadiran Jamkrinda di Sulbar karena melihat adanya potensi yang strategis untuk dikembangkan.

"Saya mau sampaikan bahwa perkembangan kredit di Sulbar mencapai 3,3 Triliun Kredit UMKM. Tentu ini menjadi peluang besar, hanya saja pertumbuhan itu tidak dinikmati oleh masyarakat Sulbar, namun orang luar yang lebih banyak menikmati," kata Bambang W. Budiawan, di depan puluhan wartawan saat menggelar konperensi pers.

"Saya ingin mengatakan bahwa potensi bisnis itu ada disini (Sulbar), perkembangan itu ada disini, tapi yang ambil orang lain. Mestinya uang daerah itu harusnya berputar di daerah sendiri, sehingga kami mendorong Jamkrinda untuk hadir disini, karena usaha penjaminan ini punya harapan yang besar di Sulbar," ujar menambahkan.

Secara umum ia paparkan, untuk seluruh Sulawesi pertumbuhan penjaminan kredit sangat bagus, namun yang menjaminkan hanya Jamkrinda Sulsel, sehingga pihaknya mendorong Jamkrinda segera hadir di Sulbar.

"Tentu ada hambatan, karena membutuhkan modal, untuk angka nasional modal dasar itu Rp 100 miliar, tapi untuk dana awal, bisa Rp 25 miliar," ucapnya.

Kemudian, lanjut dia, memang bukan hal muda untuk meyakinkan stekholder di Sulbar sepakat dengan kehadiran Jamkrinda, karena yang menjadi hambatan, masyarakat mungkin akan berpikir mending menambah modal di Bank.

"Hari ini kita bawa dari Bali untuk memberikan materi bagaimana dapat sukses mengelolah Jamkrinda dan intinya hari ini kami ingin mengajak dan memghimbau untuk perceptan Jamkrinda di Mamuju Sulbar," tuturnya.

Sementara Perwakilan Dinas Koperasi dan UKM Sulbar Petrus Iminggus mengatakan, tujuan untuk mendorong pendirian Jamkrindo di Sulbar, dalam rangka mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi dari semua sektor yang ada di Sulbar.

"Memang Sulbar pernah tinggi tingkat pertumbuhan ekonomi hingga 15,1 persen, pertama di Indonesia. Tapi, itu kelompok-kelompok tertentu saja yang menikmati. Seperti infrastruktur pembangunam jalan, PT. Perkebunan, tapi UKM tidak tumbuh, sehingga ini harus diransangka sehingga tumbuh bersama sektor-sektor lain,"katanya.

Kenyataan, lanjut Petrus, selama ini perbankan di Sulbar takut mengeluarkan dana kepada pelaku UKM jika tidak memenuhi persyaratan sehingga dana tidak bisa cari.

"Nah kalau hadir Jamkrinda itu akan memberikan jaminan. Sehingga memang sangat di butuhkan, karena idelanya sebuah daerah harus mencapai 2,5 persen dari seluruh jumlah penduduknya melakukan usaha, sementara Sulbar masih 1,9 persen, berarti kita masih butuh 0,6 persen pelaku usaha tumbuh mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi daerah,"tuturnya. (*)

Penulis: Nurhadi Editor: Anita Kusuma Wardana Ikuti kami di Dari Syarat Anggota hingga Pengakuan Pelaku, Ini 5 Fakta Komunitas Pesta Seks Tukar Istri di Malang Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »