www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Sidak Swalayan di Mamuju, BPOM Temukan Ini

Posted by On 12:03 PM

Sidak Swalayan di Mamuju, BPOM Temukan Ini

Sidak Swalayan di Mamuju, BPOM Temukan Ini

BPOM juga mengamankan sejumlah produk lokal hasil industri rumah tangga yang masih menggunakan kode SP.

Sidak Swalayan di Mamuju, BPOM Temukan Ininurhadi/tribunsulbar.comBPOM Mamuju sidak di Swalayan Subur dan Family di dalam Kota Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (29/3/2018).

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, menemukan sejumlah bahan makanan kadaluarsa saat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dua swalayan dalam Kota Mamuju, Sulawewei Barat, Kamis (29/3/2018).

Dua swalayan terseb ut masing-masing Toko Subur di Jl Sam Ratulangi dan Toko Family di Jl Abdul Wahab Azasi, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju.

Sidak yang dilakukan bersama Dinas Perdagangan dan Satgas Pangan Polda Sulbar menemukan produk kadaluarsa berupa saos, bumbu makanan, dan sejumlah makanan ringan untuk anak-anak.

"Kita juga memusnahkan beberapa jenis makanan yang tidak memiliki izin edar, kemudian bahan makanan yang kemasannya penyok dan berkarat," kata Kepala BPOM Mamuju, Neti Nurmuliawati.

Baca: Konsumsi Permen Kadaluarsa, Murid SDN 234 Temmalebba Palopo Ini Dilarikan ke RS

Baca: Sidak, Kapolsek Kajang Temukan Obat Kadaluarsa Beredar di Pedagang Eceran

BPOM juga mengamankan sejumlah produk lokal hasil industri rumah tangga yang masih menggunakan kode SP atau kode produk lama.

"Kode SP itu sudah dilarang beredar, sekarang semua produk industri rumah tangga harus menggunakan P-IRT, tapi masih ada yang k ita temukan menggunakan kode SP sehingga kita musnahkan," tuturnya.

Lanjut Neti, sidak tersebut juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah bahan makanan yang dikhawatirkan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan rhodamin B.

"Terkait ikan sarden yang mengandung cacing tidak ada yang kita temukan. Kita juga sudah melakukan sampling satu minggu lalu, Alhamdulillah tidak ada yang kita temukan," jelasnya.

Sementara itu, Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perdagangan Sulbar, Hasan Ike Tanggalla, yang ikut dalam sidak mengimbau kepada seluruh pemilik swalayan untuk terus memperhatikan barang jualan mereka.

"Saat ini kita masih lakukan imbauan dan pembinaan. Jika ada yang ditemukan kadaluarsa untuk segera kembalikan ke distributor, minimal tiga bulan sebelum kadaluarsa," tuturnya.(*)

Penulis: Nurhadi Editor: Hasriyani Latif Ikuti kami di 2 PNS Bukan Suami Istri Digerebek Warga lalu Diarak ke Kantor Pol PP, PNS Pria Sempat Berhasil Kabur Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »