Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

Tak Bayar Utang, Pemkab Mamuju Dilaporkan Pengusaha Ini di ...

Posted by On 11:22 AM

Tak Bayar Utang, Pemkab Mamuju Dilaporkan Pengusaha Ini di ...

Tak Bayar Utang, Pemkab Mamuju Dilaporkan Pengusaha Ini di Polda Sulbar

Korban bernama Kharis, pemilik toko Damai di Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar.

Tak Bayar Utang, Pemkab Mamuju Dilaporkan Pengusaha Ini di Polda Sulbarnurhadi/tribunsulbar.comPengacara korban Muh Arifain Makkulau

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Seorang korban kasus dugaan penipuan dengan modus meminjam uang atas nama Pemerintah Kabupaten Mamuju, akan melapor ke Polda Sulbar, Kamis (29/3/2018).

Korban bernama Kharis, pemilik toko Damai di Jl Sam Ratulangi, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar.

Pengaca ra korban Muh Arifain Makkulau yang ditemui TribunSulbar.com menuturkan, ia akan mengarahkan laporan ke Dirkrimsus Polda Sulbar dengan terlapor atas nama Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Pemerintah Kabupaten Mamuju telah meminjam uang kepada kliennya sebesar Rp 460 juta pada 12 Februari 2017 dengan alasan untuk keperluan kantor.

Namun, hingga kini belum ditebus secara keseluruhan.

Baca: Bikin Malu! Pejabat Mamuju Pinjam Uang ke Warga Untuk Biaya Operasional Bupati

"Alat bukti yang akan saya bahwa adalah kuitansi peminjaman yang menggunakan kuitansi Pemkab Mamuju, yang ditandatangi oleh Muh Daud Yahya, pejabat Sekda saat itu dan Abdul Gafur yang juga berndahara saat itu," kata Arifain kepada TribunSulbar.com, Rabu (28/3/2018) malam.

Dijelaskan, pinjaman itu akan dibayar secara beransur.

"Sebenarnya sudah dibayar sebagian, pertama pada 6 September 2017 sebesar Rp 140 juta. Kemudian pada Bulan Desember 2017 dibayar lagi Rp 62,8 juta secara tunai, sisanya itulah yang belum jelas sampai sekarang," ujar Arifain.

Ia mengatakan, pihak terpaksa harus menempuh langkah hukum, karena menilai upaya penyelesaian secara kekeluargaan tidak direspon baik oleh pihak Pemerintah Kabupaten Mamuju.

Baca: Korban Banjir Bandang di Mamuju Curhat Belum Dapat Bantuan Tempat Tinggal

"Kami harus melapor karena patut diduga ini adalah penipuan dan penggelapan, karena sepertinya Pemkab Mamuju tidak memiliki itikad baik dalam menyelesaikan sisa peminjaman ini," tutur Arifain.

Pihaknya sudah melakukan somasi sebanyak dua kali, pertama pada 25 Desember 2017 terhadap Pemkab Mamuju dan pribadi bapak Muh Daud Yahya dan Gafur.

"Pemda menjawab somasi saya, dengan janji membantu menyelesaikan, tapi kedua yang bertandatangan itu tidak menjawab. Jawaban Pemkab tidak jelas, karena seolah mau menyerahkan ke pribadi, sementara nyata-nyata menggunakan kuitansi Pemd a," ucap Arifain.

Penulis: Nurhadi Editor: Mahyuddin Ikuti kami di Sempat Berseteru dengan Krisdayati 8 Tahun Lalu, Begini Potret Mantan Istri Raul Lemos Sekarang Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »