Public Speaking, Master of Ceremony
Public Speaking, Master of Ceremony
www.AlvinAdam.com

Subscribe Here!

Enter your email address. It;s free!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 2:06 AM

4 Eks Pimpinan DPRD Sulbar Segera Disidang di Mamuju, Ini ...

4 Eks Pimpinan DPRD Sulbar Segera Disidang di Mamuju, Ini Jadwalnya

Jadwal persidangan itu berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pengadilan Tipikor Mamuju.

4 Eks Pimpinan DPRD Sulbar Segera Disidang di Mamuju, Ini Jadwalnyanurhadi/tribunsulbar.comajari Mamuju Andi Muh. Hamka melimpahkan berkas perkara kasus korupsi empat pimpinam DPRD Sulbar ke Pengadilan Tipikor Mamuju pada Rabu lalu di Kantor Pengadilan Negeri Kelas 1B Mamuju.

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Sidang perdana perkara Korupsi APBD Sulbar 2016 yang menyeret empat nama mantan Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat ( DPRD ) Provinsi Sulbar, dipastikan a kan digelar Rabu, 25 April 2018.

Jadwal persidangan itu disampaikan Kasi Intel Kejaksaan Negeri Mamuju (Kejari) Dhian Arwitadhibrata, kepada TribunSulbar.com, saat ditemui, Jumat (20/4/2018) malam.

Ia mengatakan, jadwal persidangan itu berdasarkan hasil koordinasi dengan pihak Pengadilan Tipikor Mamuju, bahwa persidangan akan dilakukan tujuha hari setelah pelimpahan berkas.

"Kemarinkan kita limpahkan berkas hari Rabu, jadi sidang perdananya juga hari Rabu mendatang. Sidang perdana dengan agenda pembacaan surat dakwaan, sidang dilakukan langsung empat orang," kata Dhian.

Baca: VIDEO: Unjuk Rasa Mahasiswa Mamuju Peringati Hari Hak Asasi Petani Indonesia

Dhian mengatakan, proses persidangan nanti akan mendapat pengawalan ketat dari pihak kepolisian setempat.

"Ada 20 JPU yang akan menangani perkara ini, JPU sudah siapakan semuanya barang bukti, termasuk ada alat elektronik yang nantinya akan dibuka dipengadilan,&q uot;tuturnya.(*).

Penulis: Nurhadi Editor: Mahyuddin Ikuti kami di Heboh Seks Bebas, Warga Gerebek Rumah Guru Tari di Trenggalek, Polisi Evakuasi 22 Remaja Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

thumbnail

Posted by On 4:39 PM

Diskes Lantamal VI Cek Kesehatan Personel Lanal Mamuju

Uji pemeriksaan kesehatan Diskes Lantamal VI Makassar bagi personil Pangkalan TNI AL Mamuju (Ist)

SULSELSATU.com, MAMUJU â€" Dinas Kesehatan (Diskes) Lantamal VI melaksanakan uji pemeriksaan kesehatan (Urikes) rutin kepada personel Pangkalan TNI AL (Lanal) Mamuju dan ibu-ibu Jalasenastri di Mako Lanal Mamuju, Kamis (19/4/2018).

Danlanal Mamuju, Letkol Laut (KH) Siangka mengatakan, urikes ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai antisipasi dan deteksi dini bila ditemukan gejala penyakit dan kelainan kesehatan bagi segenap keluarga besar Lanal Mamuju.

Bila diketemukan masalah kesehatan kata dia, maka tim kesehatan dengan segera akan melaksanakan pencegahan dan pengob atan guna terciptanya fisik yang prima dalam rangka mendukung pelaksanaan tugas pokok Lanal Mamuju.

“Urikes rutin ini terselengara atas kerjasama tim kesehatan Dinas Kesehatan (Diskes) Pangkalan Utama TNI AL Vl (Lantamal VI) Makassar yang dipimpin Kadiskes Lantamal VI Mayor Laut (K) dr Rike Andi Wijaya dengan BK (Balai Kesehatan) Lanal Mamuju.” kata Letkol Laut Siangka.

Adapun tahapan dalam urikes berkala yang dilaksanakan meliputi tes darah, tes urine, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan mata, pemeriksaan jantung (EKG), rontgen, pemeriksaan telinga hidung dan tenggorokan (THT), pemeriksaan gigi, pemeriksaan narkoba serta pengumpulan data Antem morthem gigi personel Lanal Mamuju.

Video Pilihan

Editor: Hendra Wijaya

Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

no image

Posted by On 4:38 PM

VIDEO: Unjuk Rasa Mahasiswa Mamuju Peringati Hari Hak Asasi ...

VIDEO: Unjuk Rasa Mahasiswa Mamuju Peringati Hari Hak Asasi Petani Indonesia

Seperti, stop kriminalisasi petani, berikan tanah untuk rakyat, tolak investasi asing, sejahterakan petani

Laporan Warrawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Puluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju, berunjuk rasa memperingati Hari Hak Asasi Petani di Simpang Lima Tugu Tani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Jumat (20/4/2018).

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kota Mamuju, membentankan spanduk dan sejumlah petisi bertuliskan tuntutan mereka.

Seperti, stop kriminalisasi petani, berikan tanah untuk rakyat, tolak investasi asing, sejahterakan petani sebagaimana Undang-undang nomor 19 tahun 2013.

Tak hanya itu, mereka j uga menuntut pemberhentian alih fungsi lahan rakyat, tolak tambang Uranium, Cabut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar, stop impor beras, turnkan harga BBM dan Perjelas Peta Hak Guna Usaha (HGU).

Pantauan TribunSulbar.com, unjuk rasa dikawal ketak puluhan aparat kepolisian dari Polres Mamuju.

Koordinator Lapangan Muh. Irfan mengatakan, unjuk rasa tersebut, mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam hal mensejahterakan dan perlindungan terhadap petani khususnya di Sulbar.

"Kami mendesak pemerintah untuk serius melaksanakan reforma agraria untuk kesejahteraan patani sesuai amanat undang-undang nomor 19 tahun 2013," kata Irfan dalam orasinya.

Menurut Irfan, hingga sampai saat ini pemberdayaan petani belum maksimal, masih banyak petani yang dirampas hak-hak tanah mereka oleh pihak perusahaan seperti yang terjadi di daerah Mamuju Tengah dan Mamuju Utara.

"Kejadian konflik agraria, kerap disebabkan terjadinya alih fingsi lahan akibat adanya pemb angunan infrastruktur dan perluasan perusahan sawit utamanya di daerah Pasangkayu dan Mamuju Tengah mengakibatkan petani melarat. Olehnya, kami meminta pemerintah bersikap tegas atas apa yang dialami para petani," ujarnya.

Penulis: Nurhadi Editor: Imam Wahyudi Sumber: Tribun Timur Ikuti kami di Kronologi Sebenarnya Guru SMK Tampar 9 Siswa hingga Diciduk, Kagetkan Sekolah karena Dikenal Baik Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

thumbnail

Posted by On 5:39 AM

Mahasiswa Mamuju Tuntut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar Dicabut

Mahasiswa Mamuju Tuntut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar Dicabut

Puluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju berunjuk rasa memeeringati Hari Hak Asasi Petani di Simpang Lima Tugu Tan

Mahasiswa Mamuju Tuntut Izin PT. Bara Indoco di Sulbar DicabutNURHADIPuluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju berunjuk rasa memeeringati Hari Hak Asasi Petani di Simpang Lima Tugu Tani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Jumat (20/4/2018).

Laporan Warrawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Puluhan mahasiswa di Kabupaten Mamuju berunjuk rasa memeeringati Hari Hak Asasi Petani di Simpang Lima Tugu Tani, Kelurahan Binanga, Kecamatan Mamuju, Sulbar, Jumat (20/4/2 018).

Pengunjuk rasa yang tergabung dalam Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Kota Mamuju, membentangkan spanduk dan sejumlah petaka bertuliskan tuntutan mereka.

Seperti, stop kriminalisasi petani, berikan tanah untuk rakyat, tolak investasi asing, sejahterakan petani sebagaimana Undang-undang nomor 19 tahun 2013.

Tak hanya itu, mereka juga menuntut pemberhentian alih fungsi lahan rakyat, tolak tambang uranium, turnkan harga BBM, stop impor beras, perjelas peta Hak Guna Usaha (HGU) dan menuntut pencabutan Izin PT. Bara Indoco di Sulbar yang dikabarkan akan mengelolah tambang uranium di daerah Tapalang.

Pantauan TribunSulbar.com, unjuk rasa dikawal ketak puluhan aparat kepolisian dari Polres Mamuju.

Koordinator Lapangan Muh. Irfan mengatakan, unjuk rasa tersebut, mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam hal mensejahterakan dan perlindungan terhadap petani khususnya di Sulbar.

"Kami mendesak pemerintah untuk serius melaksanakan ref orma agraria untuk kesejahteraan patani sesuai amanat undang-undang nomor 19 tahun 2013," kata Irfan dalam orasinya.

Menurut Irfan, hingga sampai saat ini pemberdayaan petani belum maksimal, masih banyak petani yang dirampas hak-hak tanah mereka oleh pihak perusahaan seperti yang terjadi di daerah Mamuju Tengah dan Mamuju Utara.

"Kejadian konflik agraria, kerap disebabkan terjadinya alih fingsi lahan akibat adanya pembangunan infrastruktur dan perluasan perusahan sawit utamanya di daerah Pasangkayu dan Mamuju Tengah mengakibatkan petani melarat. Olehnya, kami meminta pemerintah bersikap tegas atas apa yang dialami para petani," ujarnya.(*)

Penulis: Nurhadi Editor: Anita Kusuma Wardana Ikuti kami di Usai Videonya Viral, Be gini Nasib Guru yang Menampar Siswanya di Purwokerto Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

thumbnail

Posted by On 7:19 PM

SPKT Polres Mamuju Terima Dua Laporan Kasus Pencurian Ponsel

SPKT Polres Mamuju Terima Dua Laporan Kasus Pencurian Ponsel

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mamuju menerima dua laporan pencurian, Kamis (19/4/2018).

SPKT Polres Mamuju Terima Dua Laporan Kasus Pencurian PonselHANDOVERSentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mamuju menerima dua laporan pencurian, Kamis (19/4/2018).

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Mamuju menerima dua laporan pencurian, Kamis (19/4/2018).

Kanit SPK B Polres Mamuju, Ipda Hadaming mengungkapkan, dua kasus pencurian tersebut yakni pencurian ponsel.

"Ada dua kasus pencurian handphone yang kita terima hari ini dari warga Mamuju," kata Ipda Hadaming kepada TribunSulbar.com, di ruangan SPKT.

Ia menyebutkan, dua laporan pencurian handphone tersebut, diterima dari warga Lingkungan Landi, Kelurahan Rangas, Kecamatan Simboro.

"Pelapor pertama adalah tukan batu, kemudian pelapor kedua adalah mahasiswa, kedua-duanya warga Landi," ujarnya.

"Jadi laporannya langsung kita serahkan ke bagian Reskrim, untuk proses penyidikan,"lanjutnya. (*)

Penulis: Nurhadi Editor: Anita Kusuma Wardana Ikuti kami di Dari Syarat Anggota hingga Pengakuan Pelaku, Ini 5 Fakta Komunitas Pesta Seks Tukar Istri di Malang Sumber: Google News | Liputan 24 Mamuju

thumbnail

Posted by On 5:39 PM

Resmikan Gedung Promoter Polres Pasangkayu, Ini Pesan Kapolda ...

Resmikan Gedung Promoter Polres Pasangkayu, Ini Pesan Kapolda Sulbar

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Brigjen Pol Baharudin Djafar, didampingi Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa

Resmikan Gedung Promoter Polres Pasangkayu, Ini Pesan Kapolda Sulbarnurhadi/tribunsulbar.comKapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar, meresmikan gedung Promoter Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasangkayu, Kamis (19/4/2018).

Laporan Wartawan TribunSulbar.com, Nurhadi

TRIBUNSULBAR.COM, MAMUJU - Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Baharudin Djafar, meresmikan gedung Promoter Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pasangkayu, Kamis (19/4/2018).

Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Brigjen Pol Baharudin Djafar, didampingi Bupati Pasangkayu Agus Ambo Djiwa, Pejabat Utama Polda Sulbar dan Danrem 142 Tatag Kol. Inf. Taufiq Shobri.

Baharuddin Djafar mengatakan, peresmian gedung Promoter ini menjadi momen penting, seban bukan hanya kebanggaan Kepolisian di Pasangkayu. Tetapi juga menjadu kebanggaan Polri.

"Kita bahagia karena setelah tiga bulan kita menunggu akhirnya gedung ini jadi juga,"kata perwira polisi berangkat satu bintang itu.

Selain meresmikan gedung Promoter Polres Pasangkayu, dalam lawatannya ke Kabupaten Pasangkayu, Baharudin Djafar juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan Kantor Polsek Sarjo.

"Semoga kebersamaan dan kekompakan yang selama ini terbangun ini, dapat tetap kokoh dalam menjalankan tugas sebagai aparat keamanan negara," tuturnya.

Penulis: Nurhadi Editor: Imam Wahyudi Sumber: Tribun Timur Ikuti kami di Dari Syarat Anggota hingga Pengakuan Pelaku, Ini 5 Fakta Komunitas Pesta Seks Tukar Istri di Malang Sumber: Google News | Liputan 24 Pasangkayu